Mungkin kalian sering melihat hantu ini di film-film horor dari jepang, namun apakah kalian tahu bagaimana kisah hantu tersebut ?
Penampakan :
(Versi Cakep nya :3) neng ama abang yuk :*
(Versi ah sudahlah. . .) Ciluk ba. .
yang gua tau dia itu cewe cantik terus ntar dia nunjukin mulut robek nya terus dia nanya dia cantik atau tidak (hahaha kalo gua jawab gua bilang ngaca setan ! :v) Bila menjawab "ya", ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi,
"Bahkan bila seperti ini?" Pada saat itu, bila si korban menjawab tidak,
maka ia akan dibunuh dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam
lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya, Kuchisake-onna akan gembira
dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan bahwa walaupun korban
melakukan itu, Kuchisake-onna akan mengikuti korbannya sampai ke rumah
dan membunuh korbannya di depan pintu rumah si korban. Bila korbannya
wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulut korbannya hingga serupa
dengannya. Bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.
"Inpoh : Judul movie nya : The
Slit Mouthed Woman"
(UPDATE : Buat yang mau movie nya silahkan DOWNLOAD DISINI )
denger-denger juga ada versi manga dan anime nya ? silahkan search sendiri di Google
Cerita lanjut :
Legenda kuno
Dalam legenda, Kuchisake-onna tadinya adalah seorang wanita muda yang hidup pada zaman Heian. Kemungkinan ia adalah seorang istri atau selir samurai.
Ia dikaruniai wajah yang sangat cantik namun sombong, ia juga sering
berselingkuh di belakang suaminya. Suaminya merasa sangat cemburu dan
dikhianati menyerangnya dan membelah mulutnya dari kuping ke kuping.
“Sekarang siapa yang akan berkata kau cantik?” ejek suaminya.
Legenda urban
Dalam versi legenda urban, Kuchisake-onna adalah seorang wanita
korban operasi wajah yang gagal. Konon dokter yang mengoperasi wajahnya
memakai pomade (jenis minyak rambut) dengan bau yang menusuk. Ketika
sedang dioperasi ia tidak bisa tenang karena bau itu sehingga si dokter
secara tidak sengaja memotong mulutnya hingga robek. Wanita itu menjadi
histeris dan marah lalu membunuh dokter itu. Belakangan ia dibunuh oleh
para penduduk kota dan menjadi hantu penasaran.
Ada beberapa versi lain mengenai asal-usulnya namun kurang populer, misalnya:
- Korban kecelakaan lalu-lintas yang wajahnya rusak.
- Seorang wanita yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga merobek mulutnya dengan benda tajam.
- Seorang wanita korban pemerkosaan yang mulutnya dirobek oleh si
pemerkosanya atau ia sendiri yang melakukannya setelah menjadi gila
karena perkosaan itu.
- Seorang wanita yang leluhurnya memperoleh uang haram dengan
menyembah siluman anjing sehingga anak cucunya dikutuk bermulut robek
dan bila mati akan menjadi siluman.
Kuchisake-onna menutupi mulutnya yang robek dengan penutup mulut
operasi dan sering bergentayangan di kota pada waktu malam, terutama
ketika sedang berkabut. Bila bertemu seseorang (terutama anak-anak atau
mahasiswa) di jalan yang sepi, ia akan bertanya, "Apakah saya cantik?" (
Wata shi ki rei?).
Bila menjawab "ya", ia akan membuka maskernya dan bertanya lagi,
"Bahkan bila seperti ini?" Pada saat itu, bila si korban menjawab tidak,
maka ia akan dibunuh dengan gunting, golok, sabit, atau senjata tajam
lainnya. Bila si korban tetap menjawab ya, Kuchisake-onna akan gembira
dan membebaskannya, namun ada juga yang mengatakan bahwa walaupun korban
melakukan itu, Kuchisake-onna akan mengikuti korbannya sampai ke rumah
dan membunuh korbannya di depan pintu rumah si korban. Bila korbannya
wanita, Kuchisake-onna akan merobek mulut korbannya hingga serupa
dengannya. Bila korbannya anak-anak, ia akan memakannya.
Legenda urban yang populer pada tahun 1970-an mengatakan bahwa korban
akan selamat bila ia menjawab "biasa saja". Sementara versi tahun
2000-an mengatakan bahwa korban akan selamat bila menjawab, "lumayan"
sehingga Kuchisake-onna bingung dan berpikir dulu apa yang akan ia
lakukan, saat sedang bingung itulah korban mempunyai kesempatan untuk
kabur. Versi lain manyatakan bahwa korban dapat balik bertanya kepada
Kuchisake-onna 'apakah saya juga cantik' sehingga Kuchisake-onna akan
bingung lalu pergi.
Cara lain untuk lolos dari Kuchisake-onna adalah dengan menawarkannya permen keras berwarna kuning tua karena ia menyukainya
namun tidak bisa menikmatinya sehingga mengingatkannya lagi pada
penderitaannya. Selain itu bisa juga dengan mengucapkan "pomade"
sebanyak tiga kali, ada yang menyebutkan enam kali. Ucapan itu akan
membuatnya takut dan kabur karena mengingatkannya kembali pada ahli
bedah yang merusak wajahnya. Korban juga bisa memakai pomade untuk
mencegahnya mengikutinya.
Kononnya juga ketika di asrama perempuan dan laki-laki, mereka tidak
dibenarkan pergi ke toilet pada lewat malam. Kuchisake Onna kabarnya
sering menjebak pelajar di toilet untuk membalas dendam masa lalunya.
Serupa dengan legenda Hanako-san,
Kuchisake Onna juga keluar dengan seruan 10 kali di hadapan pintu
toilet yang tertutup. Kejadian-kejadian aneh yang terjadi di toilet
asrama pada waktu malam menyebabkan pelajar disarankan untuk pergi ke
toilet secara beriringan.
Kuchisake-onna dikatakan akan membunuh pembuli. Penyebabnya dia
pernah dibuli ketika masih muda sebelum meninggal dunia. Dia akan
mengiris leher si pembuli tanpa belas kasihan.